Melalui Drillgems, Universitas Pertamina Perkuat Peran Teknologi Geomekanika di Industri Migas

Dunia hulu minyak dan gas bumi selalu bergulat dengan ketidakpastian yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Tekanan batuan, kestabilan formasi, hingga potensi risiko selama proses pengeboran menjadi variabel yang harus diperhitungkan secara cermat, sebab sedikit saja meleset, dampaknya bisa merembet ke seluruh rangkaian operasi. Dari kebutuhan itulah, teknologi geomekanika hadir sebagai jawaban untuk menekan ketidakpastian dan menghadirkan perencanaan pengeboran yang lebih terukur.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pertamina dan Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero) terus memacu pengembangan Drillgems, sebuah software geomekanika hasil karya bersama yang kini melangkah ke tahap pengujian di lapangan sesungguhnya. Studi Drilling Geomechanics pada Lapangan MLN milik PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Algeria menjadi panggung uji coba pertama, sekaligus ajang pembuktian dengan membandingkan performa Drillgems terhadap perangkat lunak komersial yang telah lama malang melintang di industri.
Tonggak baru ini diresmikan lewat Kick Off Meeting Studi Drilling Geomechanics Lapangan MLN PT Pertamina Internasional EP Algeria yang digelar Jumat, 17 Juli 2026, di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2, Gedung Rektorat Universitas Pertamina. Pertemuan ini menjadi penanda bahwa kolaborasi riset antara kampus dan Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero), yang telah bergulir sejak 2023, terus bergerak maju menuju tahap yang lebih konkret dan aplikatif.</p
Turut hadir dalam kesempatan itu tim peneliti Universitas Pertamina yang dikomandoi Agus Abdullah, Ph.D., bersama perwakilan Technology Innovation PT Pertamina (Persero), Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), serta manajemen PT Pertamina Internasional EP. Kehadiran Vice President Technology Innovation PT Pertamina (Persero) Ali Sundja dan Direktur Kerja Sama Industri Universitas Pertamina Hariyo Wiryono, ditambah para peneliti dari kedua institusi, semakin menegaskan besarnya komitmen bersama untuk mengawal Drillgems hingga siap dipakai secara luas.
Secara fungsi, Drillgems dirancang untuk mempercepat proses analisis geomechanics melalui kemampuannya menghitung pore pressure (PP), fracture gradient (FG), dan shear failure gradient (SFG), yang kemudian divisualisasikan lewat pemodelan satu hingga tiga dimensi. Ketiga parameter itu menjadi peta jalan bagi para insinyur untuk memahami perilaku batuan bawah permukaan sebelum menentukan langkah pengeboran yang paling aman dan efisien.
Keistimewaan lain dari Drillgems adalah kesanggupannya merangkum berbagai perhitungan geomekanika ke dalam satu wadah platform yang ringkas. Cara kerja seperti ini membantu memangkas proses analisis yang biasanya berpindah-pindah dari satu alat ke alat lain, sehingga hasil pemodelan menjadi lebih koheren dan mudah diinterpretasikan. Aspek ini menjadi penting sebab perencanaan pengeboran tidak cukup mengandalkan data mentah semata, melainkan juga membutuhkan pembacaan situasi yang matang untuk menentukan kondisi operasi terbaik.
Selama 2026, arah riset kedua institusi difokuskan pada Studi Geomechanics Lapangan MLN PT Pertamina Internasional EP Algeria dengan Drillgems sebagai tulang punggung analisisnya. Setiap keluaran dari pemodelan tersebut akan diuji silang dengan perangkat lunak komersial yang selama ini menjadi rujukan utama di lingkungan industri migas. Proses benchmarking ini menjadi tolok ukur penting untuk menilai daya saing Drillgems sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan standar kerja industri yang berlaku.
Jalan panjang Drillgems tidak berhenti pada tahap perancangan perangkat lunak saja. Justru dari titik itulah proses validasi lewat uji lapangan dan pembandingan dengan teknologi komersial yang lebih dulu mapan baru benar-benar dimulai. Tahapan ini turut membuka ruang bagi riset kampus untuk naik level dan semakin selaras dengan denyut kebutuhan operasional industri hulu migas.
Ketua Tim Peneliti sekaligus Ketua Pusat Studi GAIA Universitas Pertamina, Agus Abdullah, memandang pengembangan Drillgems sebagai bentuk kontribusi konkret terhadap penguatan teknologi di sektor energi. Ia meyakini kehadiran Drillgems akan menjadi solusi geomekanika yang mampu mendongkrak ketepatan perencanaan pengeboran, sembari memperkuat fondasi teknologi nasional dalam merespons kebutuhan industri energi yang terus berkembang.
Rangkaian kerja sama sejak 2023 ini menunjukkan bagaimana hubungan antara perguruan tinggi dan industri mampu melahirkan teknologi yang tidak sekadar berlandaskan teori, melainkan juga bersentuhan langsung dengan persoalan nyata di lapangan. Bagi Universitas Pertamina, keterlibatan dalam proyek Drillgems menjadi cerminan komitmen mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan praktis industri energi lewat riset yang benar-benar membumi.
Nilai itu selaras dengan semangat UPER Berdampak, yang mendorong agar pengetahuan dan inovasi dari lingkungan kampus tidak sekadar menjadi wacana, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan konkret di sektor strategis. Melalui Drillgems, hasil riset terus digiring melewati batas akademik menuju proses pengujian dan penerapan yang kian dekat dengan realitas industri hulu migas. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Pertamina sebagai motor penggerak inovasi teknologi yang berdampak bagi industri energi nasional.
Pengembangan teknologi pendukung hulu migas seperti Drillgems juga berkelindan erat dengan cita-cita besar memperkuat kemandirian energi bangsa. Penguasaan teknologi analisis yang lahir dari tangan anak negeri berpotensi menjadi modal penting untuk mendongkrak kapasitas nasional dalam mendukung eksplorasi dan pengembangan lapangan migas di masa mendatang.
Semangat tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2 yang menempatkan swasembada energi sebagai jalan menuju kemandirian bangsa. Melalui riset seperti ini, kontribusi nyata diwujudkan lewat pengembangan teknologi geomekanika yang mendukung eksplorasi dan pengembangan lapangan migas secara lebih mandiri. Semakin matang kapasitas teknologi dan keahlian nasional dalam menopang industri hulu, semakin lebar pula jalan bagi Indonesia menuju ketahanan energi yang bertumpu pada kekuatan sendiri.
Di sisi lain, pengembangan Drillgems turut memberi kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 9, yaitu Industry, Innovation and Infrastructure. Kehadiran software geomekanika ini menjadi bukti bahwa riset kampus dapat diarahkan untuk melahirkan teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri, sekaligus terus mendorong penguatan kapasitas teknologi di sektor energi.
Kolaborasi ini juga merefleksikan semangat SDG 17, Partnerships for the Goals, lewat kemitraan berkelanjutan antara Universitas Pertamina dan Pertamina. Sinergi antara peneliti kampus, Technology Innovation, PDSI, dan PT Pertamina Internasional EP dalam satu ekosistem riset menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk mengantarkan hasil penelitian dari ruang studi menuju penerapan nyata di lapangan.
Perjalanan Drillgems mengajarkan bahwa gagasan dari kampus bisa tumbuh menjadi teknologi yang benar-benar dipercaya industri, bukan sekadar catatan penelitian yang tersimpan rapi. Jika kamu ingin ikut ambil bagian dalam ekosistem riset yang membumi seperti ini, langkah awal itu bisa dimulai lewat Pendaftaran Universitas Pertamina.